Dituding Terlibat Prostitusi, Kartika Putri Sempat Emosi Kepada Media

Ibarat tak tahu apa-apa tetapi dituduh mencuri, pastilah emosi. Kasus serupa terjadi para aktris asal Palembang, Kartika Putri. Salah satu media online menuliskan sebuah berita mengenai keterlibatan Kartika Putri terhadap kasus prostitusi Online yang sebelumnya sudah menyangkut nama-nama seperti Amel Alvi, Tyas Mirasih, dan Anggita Sari. Secara tiba-tiba disangkutkan dengan kasus prostitusi membuat Kartika Putri emosi. Kartika Putri Prostitusi Online

Kabar keterlibatan Kartika Putri dengan kasus prostitusi online ini akhirnya tidak terbukti, tetapi Kartika sudah terlanjur emosi dan dirinya sudah mend
erita kerugian. Kartika yang diberitakan terlibat dalam kasus esek-esek menderita kerugian baik secara materiil maupun moril.

“Kalau cuman berita gossip tentang pacaran, saya nggak peduli. Tapi ini kasus sensitif, terutama bagi saya sebagai perempuan, ” ungkap Kartika dalam konfrensi pers-nya Rabu (28/10) lalu. “Ditulis dengan nominal tertentu dan diungkap ke publik siapa yang tidak emosi?,” tambah akrtis yang lekat dengan aksen Tegal tersebut.

Bahkan Kartika mengaku beberapa job-nya ada yang dibatalkan karena dirinya harus diselidiki. Selain itu kesan prostitusi membuat klien Kartika beralih, karena dengan kesan ini dianggap sebagai kesan negatif.

 

Karena informasi yang dingguah sebuah media mengenai Kartika Putri terlibat kasus prostitusi tidak terbukti. Media tersebut mengambil langkah untuk meminta maaf kepada Kartika. Hadist Abdillah Balafast, selaku pimpinan redaksi NonStop mengaku meminta maaf atas pemberitaan yang menyudutkan Kartika Putri. Meski masih emosi dan geram, Kartika Putri tak mau kasus ini berlarut-larut, sehingga dia memutuskan untuk memaafkan media tersebut.

Kasus seperti ini menjadi pembelajaran sekaligus peringatan bagi semua media, terutama media online. Verifikasi itu penting, sehingga berita yang diunggah bukan sebuahopini atau lebih buruknya informasi palsu. Di jaman informasi yang serba cepat, semua pihak tanpa terkecuali mereka yang tak mempunyai kredibilitas bisa mengunggah sebuah informasi. Sehingga untuk menjadi sebuah media yang kompeten, harus bisa menyaring aliran-aliran informasi yang ada.

Emil Kunir

Full Time Content Writer, Creative Thinker, Movie Junker.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *